RADARSERPONG.COM, Kabupaten Tangerang — Peristiwa kebakaran kecil yang sempat ramai diperbincangkan di Perumahan Villa Balaraja, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (22/4/2026).
Kebakaran tersebut melenyapkan satu buah sepeda motor dan nyaris melahap warung penjual jika tidak ditolong warga dan petugas galian pipa PDAM TKR.
Informasi yang didapatkan tim di lokasi kejadian fakta yang sebenarnya telah terjadi kebakaran di area warung milik Matsuri, yang juga menjual bensin eceran. Saat kejadian, pemilik warung tengah mengisi botol-botol bensin dari jerigen. Namun, botol dan jerigen tersebut dalam kondisi terbuka ketika ditinggalkan saat melayani pembeli.
“Waktu itu saya lagi isi bensin eceran, terus ada pembeli. Botol dan jerigen masih terbuka. Tiba-tiba muncul percikan api dan langsung membesar,” ungkap Matsuri dengan nada yang sedikit terlihat mimik wajahnya yang tampak serius.
Api dengan cepat membesar di sekitar bahan bakar tersebut. Para pekerja galian pipa PERUMDAM TKR yang berada tidak jauh dari lokasi langsung berupaya memadamkan api menggunakan lumpur hasil galian. Selain itu, mereka juga membantu mengevakuasi Istri dan Anak pemilik warung dari lokasi kejadian.
Dalam proses pemadaman, dua pekerja galian jaringan PERUMDAM TKR mengalami luka bakar. Salah satu di antaranya mengalami luka cukup serius pada tangan dan kaki hingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Salah satu pekerja galian, Zainal Syarifin, menjelaskan bahwa pada saat kejadian posisi mereka saat itu telah selesai bekerja dan sedang melakukan pembersihan barang dari lumpur galian.
Ketika selesai, barang barang sudah dicuci tiba tiba terdengar suara kebakaran, dan api sudah besar tidak tahu sumbernya dari mana, ya karena panik dan ketakutan saya keluarkan dulu Istri dan Anak pemilik warung,” jelasnya.
Kemudian saat kondisi api mulai terkendali, Zainal menyelamatkan jerigen bensin yang belum terbakar sebagai upaya pencegahan terjadinya pembesaran api.
Naas ketika proses pemindahan tersebut, bensin dalam jerigen tumpah ke jalan dan menyebabkan api merembet dan membesar sehingga menyebabkan Zainal terkena luka bakar ditangan dan kakinya.
Ketua RT setempat, Yitno, juga menegaskan bahwa dirinya telah melakukan klarifikasi terhadap seluruh pihak terkait, termasuk korban dan pekerja. Ia menyebut tidak ditemukan bukti yang mengarah pada penyebab kebakaran berasal dari pekerjaan galian.
Setelah kami kumpulkan keterangan dari semua pihak, tidak ada indikasi kebakaran disebabkan oleh kelalaian pekerja. Apalagi posisi mereka sudah bergeser beberapa meter dari lokasi saat kejadian,” ujarnya.
Ia menambahkan, fokus utama saat kejadian adalah penyelamatan korban. Dirinya langsung menghubungi pemadam kebakaran setelah menerima laporan, meskipun api sudah berhasil dipadamkan warga dan pekerja di lokasi.
Dari hasil penelusuran di lapangan, diketahui bahwa warung tidak mengalami kerusakan parah. Hanya satu unit sepeda motor milik pemilik warung yang terbakar. Jarak antara titik galian dengan lokasi penyimpanan bensin diperkirakan sekitar 4 hingga 5 meter.
Sebelumnya, beredar dugaan bahwa kebakaran dipicu oleh kelalaian pekerja galian PERUMDAM TKR dan tidak terbukti. Peristiwa ini diduga kuat merupakan kecelakaan yang dipicu oleh kondisi bahan bakar yang terbuka dan mudah tersulut api.
Pihak RT dan warga berharap masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian tanpa dasar yang jelas, serta mengedepankan klarifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari. (TIM)




